Beberapa Propinsi di Indonesia menyambut antusias fenomena alam gerhana matahari total pada tanggal 9 Maret 2016. Salah satu Pemerintah yang turut serta menyambut dan memeriahkan fenomena alam ini yaitu Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Peristiwa gempa yang terjadi pada Rabu (3/3/2016) di Mentawai tidak membatakan atraksi budaya. Menurut Raseno Arya, Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal yang asli Padang, Sumbar itu mengungkapkan,”Festival Mentawai tetap digelar sesuai rencana”.
Dinas Pariwisata Mentawai sebelumnya merencanakan akan mengadakan pertunjukan kesenian, permainan tradisional, kuliner, dan doa bersama lintas agama pada malam sebelum gerhana matahari total (GMT).
“Di Desa Silabu, Pulau Pagal Utara, seluruh kegiatan untuk menyambut gerhana matahari total itu dipusatkan yaitu sehari sebelum gerhana akan ditampilkan berbagai atraksi budaya khas Mentawai”. Demikian menurut Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mentawai, Desti Seminora di Tuapejat kepada Antara, senin (29/1/2016). Ia pun menjelaskan, kegiatan yang bertajuk “Mentawai Total Solar Eclipse 2016 itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut festival Pesona Mentawai yang akan digelar pada 19 smpai 21 April 2016.
Yudas Sabaggalet selaku Bupati kepulauan Mentawai mengatakan, Festival Pesona Mentawai yang akan diselenggarakan tanggal 19 sampai 21 April 2016 ini merupakan kegiatan yang pertama kali digelar di daerah tersebut dan sepenuhnya mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Selanjutnya Desti juga menambahkan, pihaknya akan membagikan kacamata dan melakukan sosialisasi tentang fenomena gerhana matahari kepada masyarakat. Selain menggelar berbagai kegiatan menyambut Gerhana Matahari Total 2016 dan melakukan pengamatan gerhana, juga diisi dengan penampilan seni, kembang api, kuliner tradisional dan ibadah lintas agama. (Kompas)