Kasus nyeri dan cedera akibat dari gadget sangat mungkin terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Umumnya cedera terjadi karena melakukan tugas berulang-ulang dalam waktu yang lama, misalnya mengetik atau memegang tablet dalam posisi tertentu. Keluhan cedera yang biasa dirasakan seperti nyeri pada leher dan bahu. Berikut ada beberapa akibat penggunaan gadget yang bisa membuat anda cedera.
Sindrom penglihatan komputer; Sindrom ini merupakan hasil penggunaan komputer dalam waktu yang lama. Gejala dari sindrom penglihatan komputer adalah mata tegang, penglihatan kabur, mata kering dan sakit kepala. Ini beresiko bagi orang yang mengunakan komputer lebih dari dua jam dalam sehari.
Gangguan pada kulit; Di Swiss, ada kasus yang dialami oleh gadis berusia 12 tahun yang mengalami nyeri pada telapak tangannya. Setelah dicari penyebabnya, ternyata gadis tersebut dalam sehari mempunyai kebiasaan bermain gim selama berjam-jam. Ada temuan baru berkaitan dengan memainkan gim. Temuan ini mengenai kebiasaan bermain gim menggunakan stick yang dipegang terlalu kuat dalam waktu yang lama. Gejalanya adalah terdapat ruam dan benjolan di telapak tangan.
Tersambar petir; Salah satu resiko dari elektronika yang kemungkinan terjadi adalah resiko tersambar petir saat memegangnya. Di sebuah taman di London, ada sebuah kejadian seorang gadis berusia 15 tahun tersambar petir saat ia sedang memegang ponselnya, akibatnya ia menderita serangan jantung dan kehilangan pendengaran karena listrik merusak indera pendengaannya.
Nyeri pada tangan dan jari; Salah satu cedera yang umum dalah sindom carpal tunnel yang merupakan tekanan berlebihan pada syaraf pergelangan tangan. Otot dan syaraf secara bertahap akan mengalami cedera bila menggunakan tangan,lengan, dan jari dengan gerakan yang sama berulang-ulang seperti mengetik pada tablet atau ponsel dalam waktu yang lama.
Kejang; Pada sebagian orang, cahaya pada layar dapat memicu kejang dan pingsan. 3-5 persen orang dengan kondisi ini sangat sensitif terhadap rangsangan cahaya dan sekitar satu dari 100 orang mengalami efilepsi.timbulnya gejala epilepsy sampai kini belum jelas, namun diperkirakan adanya ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak memliliki peran besar timbulnya epilepsi. Biasanya orang yang memainkan gim virtual akan selalu menatap layar terus menerus itu untuk sebagian kecil orang bisa memicu kejang bahkan pingsan.
Meninggal karena charger palsu. Belum lama ini, seorang wanita Tionghoa tersetrum dan meninggal karena menggunakan ponsel yang sedang diisi dayanya menggunakan charger palsu. Charger, meskipun tampilan luarnya terlihat sederhana tapi isi dari alat pengisi daya piranti elektronik ini sangat rumit, sehingga harganya pun cenderung mahal. Perlu diketahui bila menggunakan charger palsu itu beresiko karena tidak sesuai dengan standar pabrik charger.
Kematian di jalan; Sebuah studi melaporkan angka kematian pejalan kaki yang menggunakan headphone meningkat beberapa waktu terakhir. Mengapa itu terjadi?, mendengar musik dengan menggunakan headphone dari ponsel atau gadget sangat beresiko menurunkan konsentrasi saat sedang berada di jalan sehingga banyak kecelakaaan terjadi pada mereka yang melakukan hal itu.
Tinitus; Tinitus adalah dengungan yang terjadi secara terus menerus di telinga. Dalam study yang dipublikasi dalam jurnal Occupational and Anvironmental Medicine, peneliti menganalisis sebanyak 100 orang dengan tinnitus kronik dan 100 orang lainnya tanpa kondisi tersebut. Didapat hasil, orang yang menggunakan ponsel lebih dari empat tahun dua kali beresiko untuk mengalami tinitus. Jadi orang yang menggunakan ponsel dalam waktu lama memliki resiko lebih tinggi untuk menderita tinitus.