Di Dunia, Indonesia menempati peringkat kelima untuk jumlah penderita diabetes. Penderita diabetes akan mengalami komplikasi dan menderita seumur hidup jika tidak dikendalikan.
Sayangnya, kebanyakan orang malas berolahraga dan mengatur pola makan, padahal olahraga secara teratur dan menjaga pola makan sangatlah penting untuk mencegah diabetes.
Menurut Dante S Herbuwono selaku Ketua Jakarta meeting 2014 dan juga beliau seorang Dokter spesialis penyakit dalam mengatakan, penting untuk mengatur pola makan supaya tidak obesitas. Karena orang yang beresiko diabetes itu adalah orang yang obesitas. Orang yang obesitas adalah orang yang memiliki timbunan lemak di tubuhnya. Perlu di ketahui penyebab dari resistensi insulin itu bisa terjadi bila orang memiliki timbunan lemak hanya di bagian perut saja. Maka dari itu walaupun timbunan lemaknya hanya di perut bisa beresiko diabetes karena bisa menyebabkan resistensi insulin.
Dari sejak usia anak-anak, mengatur pola makan untuk anak itu sangat perlu dilakukan supaya anak tidak obesitas. Sebab bila sejakm kebilnya obesitas kemungkinan besar nanti beresiko diabetes. Salah satu uapaya untuk menurunkan angka diabetes di Indonesia dengan cara diinformasikan dan digalakkan kepada masyarakat untuk membiasakan mengatur pola makan dan berolahraga.
Upaya untuk menurunkan angka diabetes di Indonesia bisa dilakukan dengan cara olahraga satu sampai dua jam dalam sehari. Dengan olahraga secara rutin diabetes dapat dicegah.
Seringkali kebanyakan orang yang malas berolahraga itu memberi alasan tidak ada waktu. Sebenarnya tidak ada waktu tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak melakukan olahraga. Dengan setiap hari menyisihkan waktu untuk berolahraga dan membiasakan mengatur pola makan itu manfaatnya tidak hanya untuk mencegah penyakit diabetes tapi juga membuat badan menjadi sehat dan bugar.
Marilah kita cegah diabetes dengan atur pola makan dan olahraga. Semoga artikel di atas bisa menggugah pembaca untuk mulai perduli kesehatan supaya terhindar dari kemungkinan terburuk.